SEO Copywriting : Cara naikan Ranking dan Konversi sekaligus

seo copywriting

Ranking dan Konversi naik dengan SEO Copywriting

Dalam Search Engine Marketing, setidaknya ada 2 tujuan yang harus kita capai. Ia adalah Ranking dan Konversi.

Setidaknya, ada 2 teknik pemasaran yang bisa kita gunakan.

Teknik tersebut adalah SEO dan Copywriting. SEO membantu dalam mendapatkan ranking, sedangkan Copywriting membantu untuk meningkatkan konversi.

Dalam praktik SEO Modern, keduanya sama pentingnya.

Anda tidak bisa masuk halaman 1 Google tanpa SEO yang benar. Sebagaimana juga sulit meningkatkan konversi jika tidak menggunakan teknik Copywriting yang tepat.

Keduanya sangat besar pengaruhnya pada pencapaian tujuan pemasaran anda.

Jika kita mendalami seluruh update Google, maka tujuan akhirnya akan mengerucut pada kepuasan pengguna. Atau lazim dengan sebutan User Experience.

Google ingin penggunanya puas.

Ketika penggunanya puas, Google akan tetap menjadi mesin pencari rujukan banyak pengguna di dunia. Mereka akan terus menguasai pasar.

Karena pada akhirnya, Google adalah Bisnis.

Layaknya bisnis, orientasinya adalah profit. Dan jika anda ingin profit, bersabahatlah dengan pasar anda. Setidaknya itulah mengapa google menganggap user experience sangat penting.

Optimasi website dengan SEO Copywriting

SEO Copywriting adalah elemen kunci dalam pemasaran online.

Tanpanya, proses pemasaran online menggunakan menjadi tidak relevan. Anda tidak akan pernah mencapai tujuan tanpa 2 elemen ini.

Dengan SEO anda mendapatkan ranking. Menggunakan Copywriting akan meningkatkan angka konversi penjualan anda di website.

Tapi, sebelum kita membahas apa saja elemen SEO dan Copywriting yang harus kita optimasi. Ada baiknya kita bahas 2 hal mendasar ini terlebih dahuli.

Yaitu proses SEO dan Copywriting.

Apa itu SEO

Kami sudah sangat sering membahas topik ini.

Anda bisa melihat pembahasan tentang SEO disini dan disini. Disana kami sudah menjelaskan defenisi dan pengertian SEO secara gamblang.

Saat kita menghadapi masalah, seringkali kita datang ke Google. Mengetikan kata kunci tertentu dan kemudian menekan enter.

Selanjutnya ditampilkan 10 daftar website dihalaman 1 Google.

Kita akan memilih 1, 2 atau 3 website yang dianggap paling relevan dan bisa memberikan solsui dari masalah yang dihadapi.

Begitu seterusnya.

Ini kita sebut dengan proses pencarian informasi.

Dan perlu anda ketahui, 10 website yang tampil pada halaman 1 Google tersebut adalah hasil optimasi konten website untuk mesin pencari (SEO).

Mereka tidak tiba-tiba muncul dihalaman 1 Google.

Tapi, ada proses SEO yang dilakukan oleh praktisi SEO sehingga akhirnya mereka bisa tampil dihalaman 1 Google saat kita mengetikan keyword tertentu.

Jadi Apa itu SEO ?

SEO (Search Engine Optimization) adalah Teknik optimasi website anda agar disukai mesin pencari sehingga mendapatkan ranking yang lebih bagus dibandingkan website lain.

Dengan melakukan SEO yang benar, website anda berpeluang masuk halaman 1 Google.

Apa itu Copywriting

Mungkin sebagian dari pembaca masih aneh dengan istilah ini.

Walaupun kami sangat yakin sebagian besar dari pembaca sudah tahu apa itu Copywriting. Apa kegunaannya dan siapa yang sering menggunakannya.

Tapi, kami mohon izin untuk membahasnya kembali.

Copywriting adalah ilmu yang digunakan untuk membuat konten iklan yang mendorong seseorang untuk membeli, menggunakan, berlangganan atau melakukan tujuan tertentu.

Intinya, copywriting ini adalah konten iklan. Baik hard selling maupun soft selling.

Melalui konten yang dibuat ini, copywriter ingin mempengaruhi mereka melalui kata-kata untuk melakukan tindakan tertentu.

Seorang copywriter biasanya sangat paham apa yang disukai, dinginkan, dibutuhkan dan ditakuti oleh target pasar mereka.

Biasanya, kita menyebutnya dengan Emotional Trigger.

Sehingga mereka bisa menggunakan kata-kata yang sesuai untuk mendorong tindakan.

Jika anda benar-benar berhasil dalam pemasaran online, menggunakan copywriting adalah langkah yang paling tepat pada setiap tindakan pemasaran anda.

Apa itu SEO Copywriting.

Oke. Kita sudah bahas SEO dan Copywriting secara terpisah.

Sekarang kita bahas keduanya secara bersamaan. Agar bisa beradaptasi dengan Algortima Google terbaru dan sekaligus mencapai tujuan pemasaran online anda.

Pada awalnya, praktisi SEO tidak begitu peduli dengan SEO Copywriting.

Mereka hanya peduli dengan SEO.

Yang penting ranking. Masalah konversi urusan belakangan.

Sehingga pada saat itu kita mengenal berbagai teknik SEO yang sama sekali tidak ramah pada pengguna, salah satunya adalah Teknik Keyword Stuffing.

Melalui teknik ini mereka menggunakan keyword secara berlebihan. Pada judul, paragraf dan konten.

Artikel yang disajikan sama sekali tidak ramah pengguna.

Membuat pembaca bingung, tidak enak dibaca. Karena kontennya dibuat bukan untuk manusia. Hanya untuk mesin pencari.

Akhirnya pembaca tidak suka. Pengalaman pengguna menjadi sangat buruk. Sering terjadi fenomena Pogo Sticking dan Bounce Rate naik signifikan.

Google menangkap sinyal ini.

Ini terjadi karena mereka (baca: Google) tidak bisa memberikan hasil yang relevan, sesuai dengan yang diinginkan penggunanya.

Jika fenomena ini terus terlanjut, suatu saat Google bisa saja ditinggal para penggunanya. Pindah ke mesin pencari lain yang lebih berkualitas.

Google tidak mau ini terjadi.  Sekali lagi, ini adalah masalah bisnis.

Akhirnya Google terus berupaya menemukan cara untuk memberikan hasil yang relevan sesuai yang diinginkan pengunaya.

Lahirnya berbagai macam Algoritma.

 Indikator utama yang mereka gunakan adalah user experience.

Beberapa indikator teknis user experience bisa kita lihat melalui CTR, Bounce Rate, Time on Site, Page View per Visitor dan lainnya.

Saat ini, kombinasi antara SEO dan Copywriting menjadi sangat penting.
Tidak bisa diabaikan.

Elemen SEO Copywriting.

Dalam melakukan SEO Copywriting, tentu saja kita memiliki objek yang harus dioptimalkan untuk pengguna.

Saat melakukan SEO Copywriting, tentu saja kita memiliki beberapa objek yang harus dioptimalkan. Beberaoa diantaranya adalah kcepatan website, judul, konten dan lainnya.

Kita akan coba bahas satu persatu.

Harapannya, setelah anda membaca dan memahami elemen-elemen SEO Copywriting ini. Anda bisa mengoptimalkannya untuk meningkatkan ranking dan sekaligus konversi.

Baik, mari kita mulai.

1. Judul Halaman

Contoh Judul Halaman
Gambar 2. Contoh Judul Halaman

Judul halaman ini juga kita kenal dengan Title Tag.

Dan perlu diketahui, ia berbeda dengan Page Heading. Karena, Title Tag ditampilkan pada hasil penelusuran Google, sedangkan page hedaing pada halaman webiste.

Untuk memudahkan, selanjutnya kita akan menyebutnya dengan Title Tag.

Title Tag adalah elemen website yang harus anda optimasi pertama kali saat kita berbicara tentang SEO Copywriting.

Karena title tag ini akan dilihat pertama kali oleh pengguna Google.

Anda harus mengoptimasinya sedemikian rupa agar disukai oleh Google dan sekaligus mendorong pengguna Google untuk melakukan klik-website.

Semakin optimal title tag anda, semakin tinggi CTR website.

Mudahnya seperti itu.

Lalu, apa saja langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam proses optimasi Title Tag dalam kerangka SEO Copywriting.

Mari kita bahas sama-sama.

01. Membuat Title tag yang unik

Langkah awal dalam rangka optimasi title tag adalah dengan membuat title yang unik. Title tag yang berbeda dengan website lainnya. Terutama yang sudah masuk halaman 1 Google.

Karena, pada dasarnya google ingin menampilkan hasil yang bervariasi.

Mereka ingin memastikan setiap pengguna puas dengan hasil yang ditampilkan pada halaman 1 Google. Salah satu caranya adalah dengan menampilkan title tag yang berbeda.

Jadi, usahakanlah untuk membuat title tag yang unik.

Jangan pernah menciplak title tag website yang lain yang sudah masuk halaman 1 Google. Menurut kami, itu sama saja dengan bunuh diri.

02. Mampu mewakili isi konten.

Idealnya, title tag yang anda buat bisa menggambarkan isi dari halaman website.

Disisi lain, konten yang anda sajikan juga harus sesuai dengan judul yang dibuat. Jangan pernah berfikir bisa mengelabui mesin pencari dan pengguna.

Mungkin anda sudah pernah mendengar istilah Pogo Sticking.

Ini adalah sebuah fenomena yang terjadi pada website yang tidak relevan antara title tag, description tag dengan isi website yang disajikan.

Akhirnya, pengguna kembali ke hasil penelusuran google untuk mencari hasil yang sesuai.

Kemudian menge-klik webiste berikutnya. Website ranking 2,3,4 dan seterusnya. Sampai menemukan konten yang mereka cari.

03. Pendek dan Informatif

Tahukah anda, Google hanya menampilkan title tag sebanyak 50 – 60 karakter saja.

Dalam keterbatasan penggunaan karakter ini, anda harus bisa memanfaatkannya sebaik mungkin. Buatlah title tag yang pendek tapi punya daya pengaruh.

Memiliki daya dorong yang kuat agar pengguna melakukan klik-website.

Menyertakan angka dan kata-kata yang menyentuh emosi seperti rahasia, terbaik, terbaru dan terungkap akan memiliki nilai pengaruh yang lebih besar dibandingkan tidak sama sekali.

Title tag anda harus pendek, disisi lain harus informatif.

04. Memasukan keyword pada title tag.

Memasukan keyword pada title tag akan membantu mesin pencari dalam memahami kontek dari title tag halaman website tersebut.

Selain itu juga membantu pengguna dalam menilai webiste anda. Apakah relevan atau tidak dengan keyword yang mereka ketikan di Google.

Yang harus anda hindari adalah keyword Stuffing.

Yaitu, menulis keyword berulang-ulang pada title tag. Sehingga terlihat seperti tindakan spam dan tidak natural. Terlalu dipaksakan.

Jika anda menggunakan keyword yang sama berkali-kali pada title tag, anda juga akan kehilangan kesempatan untuk menggunakan istilah lain yang masih terkait.

Padahal anda bisa menggunakan keyword LSI untuk memperkaya title tag.

Untuk cara menemukan keyword LSI, anda bisa melihatnya pada panduan riset keyword yang sudah kami buatkan sebelumnya.

2. Meta Deskripsi

Contoh Meta Deskripsi
Gambar 3. Contoh Meta Deskripsi

Saat kita berbicara tentang SEO Copywriting, ini bukan saja masalah ranking.

SEO Copywriting juga erat kaitannya dengan konten yang memiliki daya pengaruh pada pengguna saat mereka membacanya.

Termasuk konten yang kita tampilkan pada hasil penelusuran Google.

Kita mengenalnya dengan sebutan Meta Deskripsi.

Meta Deskripsi ini harus dioptimasi dengan baik agar memberikan dampak yang signifikan pada SEO Copywriting website kita.

Beberapa hal yang perlu anda lakukan pada meta deskripsi adalah :

01. Membuat meta deskripsi yang unik.

Sama dengan title tag. Anda juga harus membuat meta deskripsi yang unik. Harus berbeda dengan meta deskripsi halaman lain di domain yang sama, termasuk dengan website lain.

Agar peringkat website anda tetap aman, pastikan selalu melakukan audit. Terutama pada meta deskripsi yang digunakan.

Kami melihat banyak website owner yang malas menulis meta deskripsi.

Padahal, meta deskripsi ini memiliki dampak yang sangat besar pada perubahan peringkat website.

Jika meta dekripsi berhasil mendorong klik-website, sehingga CTR webiste naik. Maka, Google akan memberikan bonus berupa peningkatan peringkat.

Itulah yang kami rasakan saat berhasil membuat meta deskripsi yang optimal.

02. Mewakili isi konten

Meta deskripsi yang anda tulis haruslah bisa mengambarkan isi konten website anda.

Dengan keterbatasan jumlah karakter yang bisa anda buat. Anda harus bisa mengoptimalkannya untuk menggambarkan isi konten website.

Kita berharap, hanya dengan melihat meta deskripsi. Pengguna sudah bisa membayangkan isi dari konten website kita.

Saat membuatnya, usahakan menggunakan kalimat pendek.

03. Meta Deskripsi harus Spesifik.

Kriteria berikutnya adalah harus spesifik.

Meta deskripsi yang anda buat tidak cukup unik dan relevan. Tapi juga harus spesifik.

Anda harus bisa menjelaskan poin-poin penting pada konten website melalui meta deskripsi yang memiliki keterbatasan karakter.

Tujuannya anda agar pengguna mengetahui isi website sebelum mereka melakukan klik. Tujuan akhirnya tentu meningkatkan CTR website.

04. Menyertakan keyword

Trik berikutnya yang bisa anda terapkan pada meta deskripsi adalah dengan menyertakan keyword pada meta deskripsi tersebut.

Ini tidak hanya bagus membangun relevansi dengan mesin pencari, tapi juga pada pengguna.

Saat website kita tampil di halaman 1 Google, keyword yang diketikan pengguna biasanya di higlight oleh Google. Ini membangun persepsi relevansi pada pengguna.

Sangat bagus untuk meningkatkan CTR website anda.

Nah, itulah beberapa trik SEO Copywriting yang bisa anda terapkan pada salah satu elemen website. Yakni meta deskripsi.

Kami yakin, ada banyak trik jitu lainnya untuk bisa meningkatkan nilai SEO Copywriting.
Tapi, untuk saat ini kami akan bahas beberapa saja.

3.Konten website

Baik, sebelumnya kita sudah bahas 2 elemen SEO Copywriting. Title tag dan Meta Deskripsi.
Sekarang, kita akan bahas mengenai konten.

Dari 5 elemen SEO Copywriting yang kami bahas, konten adalah elemen yang paling besar dampaknya pada ranking website.

Tentu selama anda membuat konten yang benar-benar sesuai dengan Search Intent.

Sesuai dengan minat dibalik orang mengetikan kata kunci tertentu di Google. Ini adalah hal paling krusial pada teknik SEO Modern.

Saat ini artikel panjang tidak otomatis ranking lebih baik.

Jadi, kalau ada praktisi SEO yang mengatakan: “ Kalau mau ranking di Google harus membuat artikel lebih dari 1000 kata”, itu tidak benar.

Tapi, juga tidak sepenuhnya salah.

Jika search intent keyword berbasis pengetahuan, maka membuat artikel panjang adalah pilihan yang sangat tepat. Namun, akan berbeda jika search intentnya komersial.

Langkah pertama membuat konten yang sesuai kaidah SEO Copywriting.

01. Membuat Headline yang menarik

Headline yang kami maksud adalah Judul halaman. Ia terdapat dihalaman website anda. Berbeda dengan title tag yang sudah kita bahas sebelumnya.

Headline yang menarik biasanya membahas sesuatu yang spesifik. Dengan cara tertentu, untuk mencapai hasil tertentu.

Misalnya : “5 Teknik Promosi online yang menghasilkan hingga 367 juta dalam 3 bulan”.

Saat pengunjung membaca headline, setidaknya mereka mengetahui apa yang dibahas dan apa manfaat yang akan mereka dapatkan dengan membaca artikel ini.

Idealnya, ukuran headlinenya juga lebih besar dibandingkan dengan konten yang lain.

02. Paragraf pembuka yang menggugah

Kami masih sering menemukan artikel dengan paragraf pembuka asal-asalan. Tidak dipikirkan untuk mendorong pembaca meneruskan membaca pada paragraf berikutnya.

Lebih sering dengan perkenalan. Alasan kenapa lama tidak menulis dan lainnya.

Padahal, dengan paragraf pertama yang menarik dan menggugah. Bisa mendorong mereka untuk terus membaca paragraf dua, tiga, empat dan seterusnya.

Dan inilah yang kita inginkan.

Trik yang paling sering kami gunakan dalam menulis paragraf pertama adalah dengan menyentuh emosi pembaca, seperti rasa cemas, takut, khawatir, penasaran, keingintahuan dan lainnya.

Contoh paragraf pertama yang menyentuh sisi emosi.

“Ribuan rumah tangga hancur dan berakhir dengan perceraian hanya karena mengabaikan 3 persiapan sebelum pernikahan berikut. Apa saja 3 persiapan tersebut ?”

Menurut anda, ketika seseorang membaca paragraf diatas. Mereka akan meneruskan membaca paragraf kedua atau justru menutup website ?

Kami yakin, mereka akan meneruskan membaca. Karena kita berhasi menyentuh sisi emosi mereka. Apalagi mereka yang sedang ingin menikah, pasti lebih penasaran lagi.

Jadi, luangkan waktu anda untuk membuat paragraf pembuka yang menarik dan menggugah.

03. Struktur Konten yang apik

Saat menulis artikel, usahakan dibuat dengan struktur yang baik

Ada judul besar yang kita sebut dengan headline. Kemudian ada subjudul, dibawah subjudul ada subjudul lagi. Dan begitu seterusnya.

Dengan struktur yang baik akan memudahkan pembaca dalam memahami artikel anda.

Jika mereka paham, besar kemungkinan mereka akan mengikuti apa yang anda inginkan. Apakah berlangganan email atau membeli dan menggunakan produk anda.

Kami selalu berusaha membuat artikel dengan struktur yang tertata.

04. Dorong untuk Take Action.

Konten yang baik adalah konten yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.

Ini artinya, pada konten anda harus terdapat kata-kata yang mengajak semua pembaca untuk melakukan “Take Action”.

Tidak sekedar scroll dan membaca.

Kata-kata take action juga tidak boleh dibuat secara serampangan. Ayo beli, beli sekarang, Yuk berlangganan email dengan kami dan lain sebagainya.

Tetapi, buatlah kata-kata take action yang menyiratkan rasa rugi jika mereka tidak melakukan take actioan sekarang juga.

Misalnya :

“Kami baru saja menyelesaikan Ebook Gratis “Cara Jualan website di Facebook hingga laku 367 juta”, akan kami kirimkan khusus untuk pelanggan email. Jika anda tertarik, silahkan berlanggan email sekarang juga.”

Dengan ajakan take action diatas, peluang pembaca untuk berlangganan email akan lebih besar dibandingkan hanya dengan kata-kata, “Yuk berlangggan email”.

05. Media yang menarik

Media yang kami maksud bisa berupa gambar, video atau konten lainnya.

Tapi, saat ini lebih lazim menggunakan gambar. Usahakan setiap artikel yang anda terbitkan terdapat gambar yang menarik. Bisa satu, dua atau lebih.

Tergantung pada jumlah kata konten tersebut.

Untuk media gambar, kami sarankan untuk downlod di webiste download gambar yang memiliki lisensi free, sehingga ada tidak dikenakan copyright.

4. Internal Link

Elemen Copywriting berikutnya adalah internal link.

Internal link ini berguna untuk membantu pembaca mendapatkan informasi tambahan terkait dengan konten yang sedang kita bahas.

Dari sisi mesin pencari, internal link ini berguna untuk mengalirkan link juice pada halaman lain.

Bagaimana cara membuat internal link yang benar, bisa anda perhatikan internal link pada website-website besar. Termasuk website berita.

Kalau anda kesulitan, coba anda perhatikan internal link pada konten ini.

5. Keyword Density

Istilah ini bisa kita artikan dengan kepadatan kata kunci.

Kepadatan kata kunci ini bisa kita lihat dengan cara membandingkan jumlah kata kunci dengan seluruh kata pada konten tersebut.

Misalnya, konten website anda terdiri dari 1000 kata. Sementara keyword ada 15 keyword.

Maka, kepadatan kata kuncinya adalah : 1.5%.

Dalam praktek SEO modern, anda tidak perlu memaksakan untuk menggunakan keyword dalam persentase yang besar. Seperti 2- 3%.

Itu adalah praktek SEO beberapa tahun silam.

Pada saat kami melakukan analisa kompetitor, kami menemukan fakta bahwa rata-rata website yang masuk halaman 1 Google memiliki kepadatan kata kunci 0.5 – 1% saja.

Sisanya mereka menggunakan LSI keyword.

Hanya saja, kami merekomendasikan pada anda untuk menempatan kata kunci pada 100 kata pertama. Gunanya untuk membangun relevansi, terutama pada pembaca.

Selain itu, anda juga bisa menyertakan kembali pada 100 kata terakhir.
Sisanya bisa anda sebar dimanapun.

Itu yang selalu kami praktekan selama ini

Elemen SEO Copywriting yang lain.

Sebenarnya masih ada beberapa elemen SEO Copywriting yang lain.

Seperti optimasi url dengan kata kunci, menggunakan gambar yang teroptimasi dengan baik serta menggunakan fitur kategori secara tepat.

Hanya saja, dengan mengoptimalkan 6 elemen SEO Copywriting diatas sebenarnya anda sudah melakukan sesuatu yang signifikan untuk menaikan peringkat website.

Diharapkan, dengan Belajar SEO Copywriting dan mempraktekannya pada website anda. Anda hanya mampu mendapatkan ranking dihalaman 1 Google.

Tapi, juga berhasil meningkatkan konversi. Sesuai dengan objektif bisnis anda.

Bahkan, pada kondisi tertentu. SEO Copywriting ini juga sangat berguna untuk mendapatkan peringakt website yang stabil dalam jangka waktu yang lama.

Mudah-mudahan bermanfaat dan selamat praktek.

Tulisan ini ditulis oleh Hidayat Mundana. SEO Expert sudah berpengalaman sejak 9 tahun lalu. Saat ini, kami juga menawarkan Layanan Jasa SEO Website untuk website Corporate maupun UKM.