Long Tail Keyword : Cara Cepat Ranking Website di Google ala Mastah SEO

long-tail-keyword

Trik SEO 2020 dengan Long Tail Keyword

Kita semua sepakat, SEO 2020 semakin menantang.

Sudah riset keyword, bikin konten kualitas bagus bahkan sudah melakukan optimasi off-page juga. Namun, keyword yang dioptimasi tak kunjung masuk halaman 1 Google.

Dan ini, tidak hanya dialami oleh satu-dua orang praktisi SEO saja. Sulitnya meranking website sudah dihadapi oleh banyak praktisi SEO.

Apalagi beberapa tahun terakhir intensitas perubahan algoritma Google semakin tinggi. Jika ingin bertahan, maka kita dituntut untuk mampu beradaptasi dengan Algoritma terbaru.

Dari sekian banyak elemen yang perlu dievaluasi, salah satunya adalah keyword.

Hanya saja, jarang praktisi SEO yang berani melakukannya.
Padahal, keyword memiliki pengaruh yang sangat besar pada proses yang akan kita jalani.

Jadi, jangan takut mengevaluasi keyword anda. Bahkan menggantinya dengan yang baru.

Sebenarnya, jika anda tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk memenangkan kompetisi pada keyword utama (head keyword), alternatifnya adalah target “Long Tail“ Keyword saja.

Setidaknya ada 2 kelebihan “Long Tail” keyword dibandingkan “head” keyword. Pertama, lebih mudah persaingannya dan kedua, lebih tinggi tingkat konversinya.

Artinya Long Tail Keyword sangat masuk akal untuk dioptimasi.

Apa itu Long Tail Keyword

Seperti biasa, kita mulai dengan defenisi.

Long Tail Keyword adalah keyword yang jumlah katanya lebih dari 3 kata. Biasanya volume pencarian dan tingkat persaingannya lebih rendah dengan konversi yang lebih tinggi.

Sebagian besar keyword yang digunakan untuk mencari informasi di google adalah “Long Tail” Keyword. Dan ini dikonfirmasi kebenarannya oleh Ahref.

Anda bisa akses big data mereka disini.

Walaupun volume pencarian untuk setiap keywordnya cenderung sedikit, tapi sangat mungkin bagi anda untuk mendapatkan ribuan kunjungan dari “Long Tail” keyword ini.

Agar lebih jelas, kita akan coba kemukankan fakta terkait “Long Tail” keyword ini.

Fakta seputar Long Tail Keyword

Long Tail keyword bukanlah istilah baru.

Ia sudah dikenal sejak beberapa tahun lalu. Sehingga komunitas SEO sudah memiliki persepsi tertentu terhadap istilah ini.

Salah satu persepsi yang paling umum adalah terkait dengan volume pencarian.

Banyak praktisi SEO yang menganggap bahwa “Long Tail” keyword memiliki volume pencarian yang sedikit. Itu tidak sepenuhnya benar dan tidak pula sepenuhnya salah.

Kami mencoba mengkonfirmasinya menggunakan Ahrefs.

Coba ketikan keyword “cara download video di youtube lewat laptop”, kami menemukan ada sekitar 16.000 pencarian setiap bulannya.

Longtail-Keyword-Volume-Pencarian-Besar

Padahal, keyword ini terdiri dari 7 kata alias long tail keyword.

Apakah ini kebetulan? Baik, untuk mengkonfirmasinya kita akan coba menggunakan keyword yang lain. Misalnya menggunakan keyword “Cara download foto instagram di pc”.

Keyword Longtail Volume Besar

Kami menemukan ada 1500 pencarian perbulan.

Jadi, mengatakan long tail keyword tidak layak dioptimasi karena memiliki volume pencarian yang sedikit tidak sepenuhnya benar.

Itu fakta pertama terkait dengan long tail keyword.

Fakta kedua “Long Tail” Keyword ini adalah terkait dengan level persaingan di Google Search. Bahwa keyword jenis ini tidak semuanya memiliki level persaingan mudah.

Saya ingin meluruskan beberapa pernyataan kami sebelumnya.

Bahwa keyword jenis ini pasti memiliki level persaingan super mudah. Karena tidak banyak orang yang berminat untuk mengoptimasinya.

Secara teori memang seharusnya begitu. Bahkan beberapa tahun lalu itu benar adanya.

Tapi, algoritma terus berubah dan menjadi semakin cerdas.

Saat ini google bisa memahami dengan sangat baik kontek dari sebuah keyword yang diketikan di kotak pencarian mereka.

Termasuk “Long Tail” Keyword ini. Kita akan bahas lebih lanjut dibawah ini.

Tipe / Varian Long Tail Keyword

Awalnya, kita menyakini semua long tail keyword itu mudah dioptimasi.

Itu benar adanya.

Dulu keyword ini memang sangat mudah dioptimasi. Tulis artikel SEO dengan kualitas bagus kemudian berikan beberapa backlink.

Anda tidak perlu menunggu lama untuk melihat hasilnya.

Tapi, SEO terus berubah. Apa yang dulunya bekerja dengan sangat baik, terkadang sudah tidak mumpuni lagi untuk saat ini.

Itulah mengapa kita harus terus beradaptasi.

Salah satu bagian dari proses adaptasi itu adalah mengetahui bahwa sebenarnya “Long Tail” Keyword terdiri dari 2 varian utama.

Pertama, Broad Long Tail Keyword. Kemudian Topical Long Tail Keyword.

Dengan mengetahui 2 varian “Long Tail” Keyword ini kita menjadi tahu apa yang harus dilakukan pada masing-masing varian ini.

Baik, mari kita bahas satu-persatu.

Broad Long Tail Keyword

Keyword jenis ini merupakan turunan dari topik yang lebih luas.

Karena dia adalah keyword turunan, maka google memandang keyword ini memiliki intent yang sama dengan “Head Keyword”.

Kalau kita menggunakan Keyword Explorer dari Ahrefs, anda akan melihat antara keyword yang kita ketikan akan berbeda dengan “Parent Topic”.

Artinya, keyword tersebut memiliki intent yang sama dengan parent topic.

Agar lebih mudah dipahami, coba perhatikan contoh berikut.

Upss, untuk menjelaskannya kami menggunakan salah satu fitur penting dari Ahrefs. Yaitu “Keyword Explorer. Jika anda punya akun Ahrefs, bisa langsung dipraktekan.

Sekarang, coba ketikan keyword “cara membuat kuesioner di google form” di keyword Explorer Ahrefs. Kemudian scroll sedikit ke bawah, lihat dibagian parent topic.

Jika keyword yang anda ketikan berbeda dengan parent topic, maka keyword tersebut termasuk pada “Broad Long Tail Keyword”.

Contoh Broad Long Tail Keyword

Itu salah satu ciri varian keyword ini.

Selain menggunakan Keyword Explorer Ahrefs, kita juga bisa langsung melihatnya melalui hasil pencarian di google.

Coba ketikan lagi keyword tadi di Google Search. Kemudian perhatikan judul website yang masuk halaman 1 Google.

Jika judul didominasi oleh keyword umum (tidak sama persis dengan keyword anda), maka itu indikasi keyword tersebut termasuk pada varian “Broad Long Tail Keyword”.

Mudah-mudahan bisa dipahami penjelasannya.

Topic Long Tail Keyword

Kita masuk pada varian berikutnya, yakni : Topic Long Tail keyword.

Topic Long Tail Keyword merupakan varian keyword yang memiliki topik yang terpisah dengan keyword lainnya, walaupun kontek keywordnya cenderung sama.

Coba perhatikan keyword berikut ini.

Pertama, “cara menurunkan berat bandan dengan lemon”, kedua : “cara menurunkan berat badan”, ketiga : “cara menurunkan berat badan dengan cepat”.

Semua keyword diatas  memiliki kontek yang sama, yakni : menurunkan berat badan.

Akan tetapi, mereka memilik topik yang berbeda.

Keyword pertama topiknya “menurunkan berat badan menggunakan bahan lemon”. Keyword 2 dan 3, topiknya  hanya cara menurunkan berat badan.

Cara tercepat untuk mengetahui apakah sebuah keyword termasuk “topic” atau “broad” adalah dengan menggunakan Keyword Explorer Ahrefs.

Jika antara keyword yang diketikan sama dengan parent topic, maka hampir dipastikan keyword ini termasuk varian “Topic Long Tail Keyword”.

Selain itu, kita juga bisa lihat pada hasil pencarian google.

Jika keyword yang anda ketikan sama/mirip dengan judul website yang tampil dihalaman 1 Google, maka bisa dipastikan itu adalah “Topic Long Tail keyword”.

Sangat mudah dan simpel.

Cara Optimasi Long Tail Keyword

Karena mereka berbeda, maka cara optimasinya juga akan berbeda.

Tips 1 :

Cara terbaik untuk mengoptimasi Long Tail keyword yang masuk varian “broad” adalah dengan menargetkan “head keyword”, kami menyebutkan keyword utama.

Sama sekali tidak menyarankan anda untuk menargetkan dan mengoptimasinya keyword jenis ini secara terpisah dengan “head keyword”.

Karena google melihat mereka itu berada pada topik yang sama.
Tepatnya, intent keywordnya sama.

Jika anda berhasil masuk halaman 1 Google untuk “head” keyword ini, maka hampir dipastikan anda juga akan mendapatkan peringkat untuk ribuan long tail keyword lainnya.

Tips 2 :

Cara terbaik untuk optimasi varian “Topic Long Tail Keyword” adalah dengan mengoptimasi mereka secara terpisah sesuai dengan topiknya.

Selain itu, coba perhatikan website yang muncul dihalaman 1 Google.

Pelajari konten yang mereka miliki. Pada umumnya, anda tidak perlu membuat artikel yang terlalu panjang dan mendalam untuk optimasi varian keyword ini.

Karena memang persaingannya relatif mudah.

Hal ini sangat berbeda dengan varian “Broad Long Tail keyword”, anda harus memiliki artikel yang panjang dan mendalam untuk bisa memenangkan kompetisi.

Info penting :

Jika anda sudah optimasi varian “Topic Long Tail” Keyword dengan baik, namun website yang muncul tetap saja yang memiliki topik umum.

Maka, bisa saja hal itu terjadi karena perbedaan otoritas antara website tersebut dengan website anda. Backlink, usia website serta konten mereka lebih baik dari anda.

Karena, Ranking Factor bukan saja konten, tapi juga otoritas domain.

Cara menemukan Long Tail Keyword

Baik, anda sudah belajar banyak terkait Long Tail keyword.

Apa itu Long Tail keyword, Fakta-Fakta, Varian serta cara optimasi terbaik untuk masing-masing varian long tail keyword ini.

Selanjutnya, kita akan coba bahas bagaimana cara menemukan long tail keyword ini.

Setidaknya, ada 3 cara yang bisa anda lakukan untuk menemukan long tail keyword ini. Seperti Google Suggest, menggunakan extensi chrome serta menggunakan Ahrefs.

Mari kita bahas bersama-sama.

Google Suggest

Kita bisa mendapatkan ide “Long Tail” keyword menggunakan Google.

Cukup anda ketikan keyword utama di kotak pencarian google, kemudian tekan spasi. Maka google akan menampilkan daftar keyword yang mungkin dicari juga sama orang lain.

Coba perhatikan gambar dibawah ini.

Cara-menemukan-long-tail-keyword-menggunakan-google-suggest

Pada gambar tersebut, kita mendapatkan banyak sekali ide long tail keyword untuk kita analisa lebih lanjut, masuk pada varian yang mana.

Selain itu, anda juga bisa melihat daftar keyword terkait dibagian paling bawah.

Menggunakan Extension Chrome

Selain menggunakan Google Suggest secara langsung, anda juga bisa menggunakan extension chrome. Dalam hal ini anda bisa menggunakan keyword surfer.

Lihat gambar dibawah ini.

cara menemukan long tail keyword dengan keyword surfer

Ide Long Tail keyword diatas kami temukan menggunakan Extension Chrome “Keyword Surfer”. Berita baiknya, anda bisa menggunakannya secara gratis.

Segera install sebelum kebijakan mereka berubah

Menggunakan Ahrefs

Ahrefs adalah tool riset keyword favorit kami. Dan berbayar.

Namun, dengan uang yang anda keluarkan bisa mendapatkan informasi yang sangat penting dan berkualitas. Kita bisa menemukan long tail keyword dengan sangat mudah.

Bagaimana caranya, mungkin akan kami bahas dilain kesempatan.

Kesimpulan

Sekarang kita punya cara yang lebih mudah untuk meranking website di google.

Kita tidak perlu berdesak-desakan dengan menargetkan “head” keyword. Selain sumber daya yang dibutuhkan besar, peluang berhasilnya juga lebih kecil.

Dengan mengoptimasi varian “Topic Long Tail” Keyword kita bisa masuk halaman 1 Google dengan sedikit sumber daya dan hasil yang tidak jauh berbeda.

Untuk anda yang masih bingung karena tak kunjung ranking, ikutilah panduan kami ini.

About Kaffah Academy Indonesia

Kaffah Academy Indonesia hadir untuk membantu pemula untuk memulai pemasaran online menggunakan Teknik SEO.

Kami berbagi dengan basis pengetahuan dan pengelaman sekaligus. Dua elemen ini kami gabungkan untuk memahami SEO terkini.

Kantor kami

Perum Zavira Regency
Indoensia

Whatsapp :
0822 1917 5900

Hari Operasional :
Senin - Jum'at

Link Guide :

Untuk anda yang baru dengan SEO, mungkin beberapa link berikut ini bisa membantu.

© 2020. All rights reserved | Kaffah Academy Indonesia

TOP