Emotional Trigger : Defenisi dan Contoh penggunaan dalam Copywriting

Emotional Trigger

A. 10+ Elemen Emotional Trigger untuk Copywriting

Idealnya, Copywriting mampu mempengaruhi pembaca untuk segera bertindak. Titik. Jika tidak, berarti anda gagal.

Sudah sangat clear, copywriting anda harus mendorong seseorang untuk melakukan tindakan tertentu seseuai dengan yang diinginkan.

Jika ini tidak terjadi,  itu pertanda Copywriting anda Gagal.

Tentu tidak tak satupun yang menginginkan kegagalan tersebut.  Agar tidak gagal, anda bisa menggunakan 14 Elemen Copywriting.

Kita menyebutnya dengan istilah Emotional Trigger.

Emotional Trigger ini bisa juga anda gunakan pada SEO Copywriting saat menulis konten web. Sehingga lebih berdampak dan berpengaruh.

#01. Apa itu Emotional Trigger ?

Sebelum kita bicara tentang Emotional Triggers ini lebih jauh. Ada baiknya kita membahas defenisinya terlebih dahulu.

Ini akan memudahkan kita memahami istilah yang lainnya.

Emotional Triggers adalah segala sesuatu (situasi, orang, ungkapan, kata-kata, opini) atau apapun yang memicu kita untuk bereaksi secara emosional.

Ini adalah defenisi bebas kami dari sudut pandang marketing. Dari sisi psikologi mungkin akan berbeda.

Ketika sisi Emotional Triggers ini terpicu, maka objek akan bereaksi secara emosional.

Bahkan, pada banyak kasus akan meninggalkan dan mengesampingkan logika. Titik kritis akan berkuang atau hilang dengan mudah.

Tidak akan ada lagi yang protes harga kemahalan.

Sebagai seorang marketer, menggunakan elemen ini akan membantu untuk meningkatkan penjualan secara signifikan hanya dengan beberapa tindakan sederhana.

Dan itulah yang ingin kita bahas pada kesempatan ini.

#02. Manfaat Emotional Triggers bagi Marketer

Seperti yang sudah kita singgung, elemen ini bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan penjualan hanya dengan beberapa penanganan sederhana.

Misalnya, mengubah kata, menyentuh emosi dan lainnya.

Intinya, bagaimana supaya kita bisa menjual produk lebih banyak dan lebih sering dengan cara yang lebih mudah. Cukup dengan menyentuh sisi emosi dari market.

Bagaimana caranya ?

Mari kita kupas sama-sama.

B. Elemen Emotional Trigger

Setidaknya, ada 14 Emotional Trigger yang bisa anda optimasi agar lebih mudah dalam menjual produk, terutama menggunakan kata-kata (Copywriting).

Anda tidak perlu optimasi semuanya sekaligus.

Pilih emotional trigger yang paling dekat dengan karakteristik audience anda. Kemudian optimasi sebaik mungkin menggunakan teknik Copywritng.

Selanjutnya, anda tinggal nikmati hasilnya.

Sampai disini, saya yakin anda sudah tidak sabar untuk mengetahui apa saja elemen emotional trigger yang bisa dioptimasi.

Baik, mari kita bahas satu persatu.

#01. Keraguan

Emotional Trigger yang pertama adalah Keraguan.

Keraguan dan ketidakpastian merupakan salah satu pemicu yang dapat digunakan untuk memunculkan rasa takut dan khawatir pada seseorang.

Pahami dengan baik, apa yang membuat audien ragu atas sesuatu dimasa depan.

Kesehatan, bisnis, keamanan, bencana alam atau yang lainnya. Cari apa yang membuat mereka khawatir dan ragu atas masa depan.

Apakah mereka yakin, bisnis dan usahanya akan lancar terus. Sehingga tidak merasa perlu melakukan investasi dengan membeli properti, misalnya.

Apakah mereka yakin, skill yang dimiliki sekarang cukup untuk bersaing dengan kompetitor beberapa waktu ke depan, sementara persaingan semakin ketat.

Keraguan dan ketidakpastian ini akan memicu mereka untuk melakukan tindakan antisipasi sesegera mungkin. Dengan membeli produk, belajar atau apapun.

Dan itulah yang kita inginkan.

#02. Keinginan

Emotional Trigger berikutnya adalah keinginan.

Semua orang ingin menjadi lebih baik, bahkan ingin menjadi yang terbaik. Dan inilah “titik” emotional triggers yang bisa anda bidik saat menulis copywriting.

Ketika produk dan layanan yang anda tawarkan mampu menyentuh sisi ini. Dan dikomunikasikan dengan teknik yang tepat.

Anda tidak perlu menunggu lama untuk melihat hasilnya.

Mereka akan terdorong untuk segera bertindak. Membeli dan menggunakan produk yang anda tawarkan pada mereka secepat mungkin.

Coba anda perhatikan ikan-iklan kecantikan. Cukup sering menargetkan titik ini.

Disisi lain, iklan-iklan pendidikan juga cukup bagus menargetkan sisi “keinginan” dari emotional trigger.

Karena, anda bisa menjual mimpi dan harapan untuk lebih baik.

#03. Trust / Kepercayaan.

Ya. Orang akan membeli produk dari orang yang mereka percaya.

Hal ini terjadi bukan saja karena mereka takut ditipu, tapi lebih dari itu.

Pikiran bawah sadar menganggap bahwa orang yang terpercaya tidak akan menyarankan hal yang buruk. Apalagi membahayakan.

Inilah pentingnya membangun kepercayaan dari calon pembeli anda.

Beberapa frasa yang sering kita dengar untuk membangun “Trust” calon pembeli adalah “Tidak ada biaya tersembunyi”, “Bisa COD” serta “Garansi tukar barang jika rusak”.

Anda akan merasakan hasil yang berbeda jika melakukannya dengan benar.

Ini pulalah yang mendorong kami untuk meluncurkan layanan “Jasa SEO bergaransi uang kembali” sekitar 5 tahun lalu.

Dengan menggunakan frasa ini, kami mampu meningkatkan jumlah konversi hingga 100% lebih dari sebelumnya saat kami tidak menawarkan dengan cara ini.

#04. Nilai

Sebagian besar orang, sangat sensitif dengan harga.

Karena mereka tahu, suatu barang memiliki harga yang layak. Sehingga kata-kata diskon, potongan harga, diskon ongkir akan sangat berpengaruh.

Kami sangat menyarankan anda untuk menerapkan teknik ini untuk beberapa tipe konsumen.

Tapi ingat, tidak semua konsumen sama.

Untuk beberapa tipe konsumen, hal ini sama sekali tidak bekerja dengan baik. Karena, uang bukan masalah bagi mereka.

Mereka hanya ingin nilai dari produk maupun layanan anda.

#05. Eklusifitas

Salah satu sifat dasar manusia yang menonjol adalah Ego.

Mereka ingin terlihat berbeda, lebih baik dan lebih khusus dibandingkan orang lain. Dan disinilah teknik emotional trigger bekerja dengan baik.

Saat anda menawarkan jasa maupun produk tertentu. Anda bisa menggunakan cara ini.

Gunakanlah kata-kata yang memberikan rasa eklusif pada calon pembelinya. Seolah-olah merekalah orang yang paling beruntung karena membeli produk anda.

Kata-kata yang sering digunakan untuk menyentuh sisi ini adalah : “Edisi Terbatas”.

Gunakan Emotional Triggers yang satu ini dengan baik. Maka, anda akan melihat hasil yang sangat mencengangkan. Buktikan saja, jika anda masih ragu.

#06. Persaingan

Sekali lagi, Ego adalah sifat yang sangat dominan pada manusia.

Mereka ingin mendapatkan lebih banyak, terlihat lebih baik. Bahkan dibandingkan orang disekitarnya. Ini dipicu oleh sebuah emosi yang kita sebut dengan “Kompetisi”.

Banyak juga orang yang termotivasi untuk berubah menjadi lebih baik karena melihat kehidupan orang disekitarnya. Bukan karena seharusnya dia memang lebih baik.

Tapi, hanya karena orang lebih baik dari dia.

Ini bisa terlihat dari pencapaian disisi materi. Mobil lebih mahal dan mewah, TV teknologi terbaru, perabotan yang lebih mewah dan lainnya.

Jadi, Emotional Trigger ini bekerja saat anda mengangkat persaingan sosial.

Jika anda berhasil membidik bagian ini dengan tepat, maka mereka dengan senang hati membeli tanpa mengkritisi harga yang ditawarkan.

Bahkan, tanpa mengkritisi kualitas dari produk anda.

Pokoknya, jika sisi ini sudah berhasil anda bidik. Jual produk apapun akan laku keras.

#07. Gratifikasi Instan

Mungkin istilah ini masih sulit dipahami.

Tapi, bagaimana jika saya tulis gratifikasi instan sama dengan solusi cepat atau solusi praktis.

Banyak orang menyukai hasil yang cepat dan segera.

Pernahkah anda membaca iklan seperti ini. “Turun berat badan dalam 1 hari”. “Masuk halaman 1 Google dalam 5 menit.

Itu adalah salah satu teknik Emotional Trigger yang menggunakan Gratifikasi Instan.

Orientasi dari emotional trigger ini adalah kecepatan. Instan.

#08. Kepemimpinan / Leadership

Ada sebagian orang akan terdorong untuk melakukan sesuatu karena mereka ingin menjadi orang yang pertama menggunakan produk tersebut.

Selalu ingin menjadi yang pertama, nomor satu..

Gunakan kata-kata “Belum satupun yang sanggup membeli produk ini”. Atau “Hanya orang-orang khusus yang mampu membeli produk ini”.

Orang-orang yang emotional trigger “leadership”-nya dominan. Akan segera bertindak.

Sebenarnya anda bisa kombinasikan dengan emotional trigger yang lain, seperti “kompetisi”. Hasilnya akan lebih maknyusss.

#09. Trendiness

Untuk konsumen mullenials, hal ini sangatlah penting dan berpengaruh.

Mereka suka menggunakan produk yang sedang trending. Terutama produk yang digunakan oleh publik figur seperti selebritis.

Jika market anda adalah millenials, menggunakan teknik ini adalah cara yang paling tepat untuk menyentuh sisi emotional mereka.

#10. Keterbatasan waktu

Untuk orang-orang tertentu, waktu sangatlah berharga.

Jika anda bisa melihat ini dengan baik, maka anda bisa menawarkan produk dengan cara yang lebih tepat pada tipe orang seperti ini.

Untuk orang tipe ini, harga bukanlah masalah.

Karena, biasanya mereka mapan secara ekonomi. Tapi, mereka kekurangan waktu. Super sibuk dan padat.

Jika anda menawarkan produk yang bisa menghemat waktu, melakukan sesuatu lebih cepat. Maka, anda sudah berhasil menyentuh sisi emotional trigger mereka.

Misalnya, dengan produk A, memasak 2x lebih cepat.

Dengan produk B, berat badan anda turun lebih cepat. Tidak perlu menunggu 2-3 bulan.

#11. Keserakahan/Greedy

Serakah dan Ego adalah sifat dasar manusia yang sering kita lihat.

Dan jika anda bisa memanfaatkannya dengan menggunakan teknik Emotional Trigger, peluang anda untuk menjual sesuatu akan semakin besar.

Ada banyak orang ingin sukses tanpa usaha, ingin dapat untung tanpa modal. Ingin pintar tanpa belajar dan banyak lagi.

Contoh : Cukup modal 1 juta, bagi hasil 50% per 2 minggu.

Manfaat sisi negatif ini dengan baik. Anda akan mendapatkan hasil yang positif.

Tapi ingat, jangan gunakan untuk menipu dan mengelabui orang. Hal itu sama sekali tidak kami sarankan.

#12. Harapan

Lazimnya, harapan akan mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.

Harapan itu menggerakan.

Orang-orang yang memiliki harapan akan melakukan apapun untuk mencapai apa yang menjadi harapannya.

Walaupun terkadang harapan itu tidak masuk akal.

Sebagai marketer, anda harus tahu ini. Bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan penjualan produk dan jasa anda.

Anda bsia menawarkan harapan dari sisi karir, finansial, hubungan cinta, kesehatan dan lain sebagainya.

Berikan harapan lebih sehat, lebih kaya, lebih harmonis dan lainnya.

Pada banyak kasus, harapan adalah emotional trigger yang sangat bagus dalam mempengaruhi banyak calon pembeli anda secara online.

Iklan-iklan pendidikan juga bagus menggunakan emotional trigger tipe ini.

#13. Rasa Takut

Ketakutan adalah Emotional Trigger yang sangat besar pengaruhnya.

Saat orang takut, sisi logiknya akan menghilang. Atau dikesampingkan. Ia akan lebih dominan.

Jika seseoarang dipengaruhi oleh rasa takut,  merek cenderung memutuskan dengan lebih cepat. Tergesa-gesa.

Yang harus anda lakukan, munculkan rasa takut dan pandu untuk melakukan sesuatu.

Banyak marketer online yang berhasil menjual banyak produk hanya dengan memanfaatkan emotional trigger yang satu ini.

Tentu anda juag bisa menggunakannya.

Owh ya, Emotional Trigger yang satu ini juga sering dibahas saat anda Belajar Copywriting. Kita menyebutnya dengan istilah Loss Aversion.

#14.Empati dan Kepedulian.

Emotional Trigger yang satu ini jarang digunakan, tapi bekerja dengan baik.

Untuk anda yang bekerja dilembaga charity. Menggunakan emotional Trigger yang satu ini cukup membantu untuk mendorong orang agar menyumbang.

Emotional Trigger ini akan lebih mumpuni jika dikombinasikan dengan gambar yang nyata.

C. Penutup

Itulah beberapa elemen Emotional Trigger yagn bisa anda gunakan untuk mempengaruhi berbagai macam tipe pembeli di internet.

Jika anda berhasil menggunakannya dengan benar dan tepat.

Anda akan melihat hasil yang menganggumkan. Omset naik tajam, komplain berkurang dan yang paling penting, budget iklan bisa ditekan seminim mungkin.

Anda tidak harus menggunakan teknik Emotional Trigger ini secara bersamaan. Pilih elemen yang paling sesuai dengan produk maupun layanan yang anda tawarkan.

Selanjutnya maksimalkan copywritingnya.

Selamat praktek dan jangan lupa laporkan kepada kami. Teknik mana yang bekerja dengan hasil maksimal bagi anda.